Satu Tersangka Baru Kasus Korupsi Perusda Pertambangan Dijebloskan ke Rutan Samarinda

kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan pada Perusahaan Daerah Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera (BKS) tahun 2017–2020 menyeret tersangka baru.
Tersangka baru tersebut berinisial MNH yang merupakan direktur utama PT GBU.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menetapkan sebagai tersangka dan melakukan penahanan terhadap MNH setelah tim penyidik menemukan bukti keterlibatannya dalam kasus tersebut.
"Penetapan tersangka MNH ini merupakan penetapan tersangka keempat," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim Toni Yuswanto, Rabu (26/2).
Sebelumnya, penyidik Kejati Kaltim telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, yaitu IGS selaku Direktur Utama Perusda Pertambangan BKS, NJ selaku Kuasa Direktur dari CV ALG, dan SR selaku Direktur Utama PT RPB.
Kasus dugaan korupsi ini bermula ketika Perusda Pertambangan BKS melakukan kerja sama jual beli batu bara dengan lima perusahaan swasta pada 2017–2019 dengan total dana sebesar Rp 25,8 miliar.
Kerja sama tersebut dilakukan tanpa melalui mekanisme yang sesuai aturan perundang-undangan, seperti persetujuan badan pengawas dan gubernur selaku KPM, proposal, studi kelayakan, rencana bisnis pihak ketiga, dan manajemen risiko pihak ketiga.
"Akibatnya, kerja sama tersebut gagal dan mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 21,2 miliar," jelas Toni.
Kejati Kaltim menahan tersangka baru kasus korupsi perusda pertambangan
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Kaltim di Google News