Heboh Oknum Dosen Unmul Berbuat Asusila, Korbannya Diduga Tidak Hanya 3 Mahasiswi Saja

Robert menjelaskan bahwa tindak pelecehan seksual yang terjadi sejak Juni - April 2022 membuat ketiga korban kini dalam kondisi trauma berat.
"Para korban ini trauma saat melaksanakan tugasnya (skripsi). Mereka awalnya bahkan cuman bisa saling cerita ke antar sesama mahasiswa, takut karena terduga ini dosen pembimbing," jelasnya.
Robert menguraikan kesaksian dari ketiga korban, bahwa terduga pelaku melakukan perbuatan asusila dengan modus yang sama.
"Dari kesaksian mereka modusnya hampir serupa, jadi ada sentuhan ke bagian yang menurut kami itu tidak sebagaimana mestinya dilakukan pengajar kepada mahasiswinya," urainya.
Robert menduga kemungkinan masih banyak mahasiswi lain yang juga menjadi korban perbuatan asusila DS. Hanya saja tidak berani sampai melaporkannya karena malu.
"Banyak kesaksian dari mahasiswi kalau hal itu sudah sering terjadi. Jadi seperti sudah menjadi tabiat dari terlapor dalam proses mengajarnya, sehingga banyak yang takut atau malu mungkin melapor," imbuhnya.
Robert mengaku telah melampirkan sejumlah alat bukti dugaan pelecehan seksual dilakukan DS, yakni berupa screenshot percakapan dari pelaku membujuk rayu korbannya.
"Ada bukti chat antar terlapor dan pelapor dalam bentuk screen shot. Karena di dalam itu ada bujuk rayu. Juga ada bukti pemeriksaan dari psikolog," benernya.
Oknum dosen Unmul berinisial DS dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan perbuatan asusila kepada tiga mahasiswinya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Kaltim di Google News