Encik Wardani Ingin Kaltim Tidak Bergantung Pasokan Daging dari Luar Daerah

Senin, 06 November 2023 – 08:38 WIB
Encik Wardani Ingin Kaltim Tidak Bergantung Pasokan Daging dari Luar Daerah - JPNN.com Kaltim
Anggota DPRD Kaltim  Encik Wardani menyampaikan pentingnya Kaltim swasembada daging agar tidak bergabung dengan daerah lain. Foto: Dokumentasi Humas DPRD Kaltim

kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) dan DPRD Provinsi Kaltim menggelar rapat dengar pendapat (RDP) mengenai realisasi program kerja tahun 2023 serta rencana program kerja tahun 2024 mendatang.

Anggota DPRD Kaltim  Encik Wardani menyampaikan realisasi program DKPH Provinsi Kaltim sudah banyak yang tercapai. 

Bahkan, sapi-sapi telah tersalurkan kepada para peternak. 

Menurutnya, ini merupakan upaya untuk mewujudkan visi misi nasional swasembada pangan. 

Encik mengatakan dengan langkah ini, pemerintah berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap pasokan daging dari luar daerah sehingga Provinsi Kaltim tidak lagi bergantung dengan lima daerah lain, seperti Sulawesi, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

"Jadi ke depannya, Kaltim tidak lagi mengambil daging dari luar. Seharusnya daging kita hasil Swasembada Pangan yang dilakukan DPKH hari ini," ungkap Encik, Senin (6/11).

Pada dasarnya, legislatif dan eksekutif selalu berusaha mendukung peternak lokal yang ada di Bumi Etam, guna mewujudkan Kaltim dapat memenuhi kebutuhan pangan dan stok daging sapi bagi masyarakatnya. 

"Tadi katanya secara bertahap sih, kita lihat saja ke depan, semoga terealisasi. Namun yang jelas, kami support-lah kegiatan-kegiatan peternakan sehingga swasembada pangan terbukti di Kaltim," jelasnya.

Anggota DPRD Kaltim  Encik Wardani menyampaikan pentingnya Kaltim swasembada daging agar tidak bergabung dengan daerah lain
Facebook JPNN.com Kaltim Twitter JPNN.com Kaltim Pinterest JPNN.com Kaltim Linkedin JPNN.com Kaltim Flipboard JPNN.com Kaltim Line JPNN.com Kaltim JPNN.com Kaltim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Kaltim di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia