Polisi Gagalkan Distribusi 9,88 Ton Miras Tradisional di Samarinda, Begini Kronologinya

Rabu, 25 Februari 2026 – 06:36 WIB
Polisi Gagalkan Distribusi 9,88 Ton Miras Tradisional di Samarinda, Begini Kronologinya  - JPNN.com Kaltim
Polresta Samarinda menyita 9,88 ton miras tradisional Cap Tikus yang diangkut dua truk. Foto: Ahmad Rifandi/Antara

kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Polisi menggagalkan pendistribusian minuman keras (miras) tradisional cap Tikus sebanyak 9,88 ton di Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar mengungkapkan kronologi pengungkapan kasus tersebut yang berawal ketika personel Satuan Samapta sedang melaksanakan tugas pengawasan wilayah pada Senin (23/2) dini hari sekitar pukul 00.10 WITA.

Petugas yang sedang berpatroli menaruh curiga terhadap kehadiran dua kendaraan niaga berat yang tengah terparkir dalam kondisi mesin mati di kawasan Kecamatan Palaran.

Armada angkutan barang tersebut dianggap mencurigakan karena berhenti di lokasi yang sepi dan gelap, tepatnya di pinggir Jalan Poros Samarinda menuju Sanga Sanga, Kelurahan Bantuas.

Saat aparat kepolisian menghampiri dan melakukan pemeriksaan fisik ke dalam bak bagian belakang, ditemukan tumpukan karung putih berbau menyengat.

"Karung-karung tersebut langsung dibongkar oleh petugas dan terbukti berisi cairan beralkohol hasil fermentasi tradisional yang siap diedarkan ke pasar gelap," ungkap Kombes Hendri, dikutip Rabu (25/2).

Kombes Hendri menyampaikan sang pengemudi tidak dapat berkutik ketika diinterogasi karena sama sekali tidak mampu menunjukkan secarik pun dokumen perizinan resmi dari pemerintah.

Tim kepolisian di lapangan langsung mendata truk pertama bernomor polisi AB 8102 JC yang diketahui memuat 113 karung cairan memabukkan dengan bobot kotor mencapai 4.520 kilogram.

Polisi menggagalkan pendistribusian 9,88 ton miras tradisional Cap Tikus di kawasan Palaran, begini kronologinya
Facebook JPNN.com Kaltim Twitter JPNN.com Kaltim Pinterest JPNN.com Kaltim Linkedin JPNN.com Kaltim Flipboard JPNN.com Kaltim Line JPNN.com Kaltim JPNN.com Kaltim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Kaltim di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia