Dishub Kaltim Mediasi Tuntutan Biaya Aplikasi Ojek Daring 15 Persen, Ini Hasilnya

Kamis, 29 September 2022 – 08:51 WIB
Dishub Kaltim Mediasi Tuntutan Biaya Aplikasi Ojek Daring 15 Persen, Ini Hasilnya - JPNN.com Kaltim
Ratusan pengemudi ojol di Samarinda saat melakukan aksi unjuk untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait biaya aplikasi 15 persen di depan Kantor Gubernur Kaltimr pada Senin (26/9) siang. Foto : Arditya Abdul Aziz/JPNN.com

kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim melakukan mediasi antara perwakilan ojek online dengan perusahaan transportasi yang beroperasi di wilayah tersebut terkait tuntutan biaya sewa aplikasi maksimal 15 persen.

Kepala Dishub Kaltim Yudha Pranoto menyampaikan para ojek daring yang tergabung dalam Bubuhan Driver Gojek Samarinda (Budgos) dan Tepian Driver Online (TDO) menuntut biaya sewa penggunaan aplikasi maksimal 15 persen sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022.

“Intinya para ojol (ojek online) meminta disesuaikan dengan aturan yang sudah ada. Jadi aplikator harus seragam, jangan naik 20 persen atau malah lebih,” kata Yudha Pranoto.

Permintaan itu ditanggapi perwakilan PT Gojek Indonesia, Michael. 

Dia menjelaskan PT Gojek Indonesia memang masih menerapkan potongan biaya sewa penggunaan aplikasi sebesar 20 persen. 

Namun, menurutnya potongan itu sesuai dengan benefit yang diterima para ojek daring sebagai mitra Gojek.

“Potongan biaya sewa itu, dikembalikan kepada mitra dalam bentuk lain. Seperti program swadaya, layanan asuransi, dan jaminan keberlanjutan usaha,” jelasnya.

Perwakilan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) Ferry mengamini hal itu. 

Dishub Kaltim melakukan mediasi antara perwakilan ojek online dengan perusahaan transportasi terkait tuntutan biaya sewa aplikasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Kaltim di Google News