Pemprov Kaltim Kaji Kenaikan Dana PPM Perusahaan Tambang Batu Bara, Berapa Idealnya?

Minggu, 08 Maret 2026 – 17:43 WIB
Pemprov Kaltim Kaji Kenaikan Dana PPM Perusahaan Tambang Batu Bara, Berapa Idealnya? - JPNN.com Kaltim
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto. Foto: ANTARA/HO-Bambang Arwanto

kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Pemprov Kaltim tengah mengkaji kenaikan dana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) secara bertahap dari awalnya Rp 1.000 per metrik ton produksi batu bara.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengungkapkan rencana kenaikan dana PPM tersebut dilakukan demi mengoptimalkan pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Kajian kenaikan ini telah kami lakukan bersama Universitas Mulawarman karena nominal Rp 1.000 yang berlaku hampir sepuluh tahun sudah tidak cukup mengangkat pemberdayaan masyarakat secara optimal," ungkap Bambang, Minggu (8/3).

Bambang menjelaskan kajian peningkatan kontribusi sosial ini melibatkan partisipasi aktif dari unsur masyarakat, manajemen perusahaan, dan pihak pemerintah.

"Kebijakan ini tentu menjadi pengeluaran baru bagi perusahaan tambang, sehingga penerapannya harus dibicarakan secara bertahap dan sangat hati-hati," kata Bambang.

Tahap sosialisasi awal terkait wacana kenaikan dana sosial ini telah dilaksanakan pemerintah di Jakarta.

Langkah pembahasan selanjutnya dilakukan secara lebih spesifik dan mendalam berdasarkan klaster perusahaan, yakni para pemegang izin IUPK.

Berdasarkan hasil kajian teknis, pemerintah mengusulkan skema kenaikan secara bertahap pada kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per metrik ton.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengungkapkan rencana kenaikan dana PPM secara bertahap yang sekarang masih dalam kajian
Facebook JPNN.com Kaltim Twitter JPNN.com Kaltim Pinterest JPNN.com Kaltim Linkedin JPNN.com Kaltim Flipboard JPNN.com Kaltim Line JPNN.com Kaltim JPNN.com Kaltim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Kaltim di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia